Empat Bulan Haram Menurut Allah
Pertama
Innalhamdalillah
nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh. Wa na’udzubillahiminsyururi anfusina
wa min sayyiaati ‘amalina. Mayyahdihillah fala mudillalah. Wa mayyudlil fala
hadiyallah. Wa Asyhadu alla ilaaha illalloh wahdahu la syarikalah. Wa Asyhadu
Anna muhammadan abduhu wa rosuluh. Shollollohu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa ashabihi wa man tabi’ahum biihsanin ilaa
yaumiddin wa sallam taslima.
Faya Ayyuhal Hadirun, usiikum wa nafsih
bi takwalloh wa to atihi la allakum turhamun
Qoolalloohu ta’ala fil Qur’anil qarim :
‘audzubillahiminasyaithonirrojim bismillahirrohmanirrohim.
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللّهِ اثْنَا
عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَات وَالأَرْضَ مِنْهَا
أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُواْ فِيهِنَّ
أَنفُسَكُمْ وَقَاتِلُواْ الْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ
كَآفَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ -٣٦-
[9:36] Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah
ialah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi,
diantaranya 4 bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah
kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang 4 itu, dan perangilah kaum musyrikin
itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah
bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
Marilah
kita panjatkan puji syukur kita kepada Allah …….
Tak lupa khotib berwasiat kepada diri sendiri dan
kepada hadirin sidang jum’at marilah kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan
kita kepada Allah……
Hadirin sidang jum’at yang dirahmati Allah SWT
Tak terasa hari ini kita sudah 18 hari di bulan muharram
tahun 1435 H. Tapi sebetulnya waktu itu lewat begitu saja tanpa tahu makna
sebenarnya dari bulan-bulan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dalam surat At
Taubah ayat 36 tersebut. Pada waktu Allah menciptakan langit dan bumi beserta
isinya, Allah sudah pula menentukan waktu dari mulai detik, menit, jam, hari,
ahad, bulan dan tahun.
Kenapa Allah sangat perhatian sekali terhadap waktu. Hal ini
dikarenakan manusia mengalami kerugian sesuai dengan firman Allah dalam surat
Al Ashr ayat 2 (Innal insana lafi husri). Kecuali orang-orang yang beriman.
Hadirin sidang
jum’at yang dirahmati Allah SWT
Kalender yang sering kita gunakan adalah kalender masehi.
Apabila kita menentukan atau melihat apa-apa yang akan kita laksanakan selalu
melihat kalender masehi. Contohnya bila kita akan melakukan suatu pertemuan
atau kegiatan-kegiatan yang lain, selalu melihat kalender masehi. Padahal
apabila kita melakukan suatu kegiatan yang berhubungan dengan agama terutama
Islam, selalu melihat kalender hijriyah. Yang mana sebetulnya yang harus kita
jadikan patokan ? kalender masehi kah atau kalender hijriyah ?
Hal ini menjadikan kita harus memiliki 2 kalender atau satu
kalender yang isinya masehi dan hijriyah.
Hadirin sidang
jum’at yang dirahmati Allah SWT
Kenapa
hal ini perlu kita bahas dalam jum at ini ? karena ternyata di bulan-bulan
islam ada peristiwa dan kegiatan-kegiatan yang harus menggunakan kalender
hijriyah, seperti lahirnya nabi kita (Muhammad SAW), Isra dan mi’rajnya nabi
kita yang menghasilkan suatu kegiatan yang sering kita lakukan yaitu sholat 5
waktu, perintah shaum juga harus ditentukan oleh bulan hijriyah, pelaksanaan
haji juga ditentukan oleh bulan hijriyah dan lain-lain.
Oleh
sebab itu kita sepatutnya untuk lebih memperhatikan bulan-bulan hijriyah,
karena siapa lagi yang akan memperhatikannya kecuali kita selaku umat islam.
Barokallohu
li walakum…
Kedua
Alhamdulillahirobbil
Alamin Wassholatu Wassalamu ‘Ala Ashrafil Ambiyai wal mursalin wa ala alihi wa sohbihi
ajmain.
Amma
ba’du : Ya Ayyuhalladzina A’manut Taqulloha Haqqo tu qotihi wala tamutunna illa
wa antum muslimun.
‘alaihi wasallam menjelaskan
keempat bulan haram yang dimaksud :
قال رسول الله
صلى الله عليه وسلم : « إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ
خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا
مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو
الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى
وَشَعْبَانَ
»
( رواه البخاري ومسلم )
“Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan
langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat
bulan yang dihormati : 3 bulan berturut-turut; Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram serta satu bulan yang terpisah yaitu Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan
Jumada Akhiroh dan Sya’ban.”[ HR. Bukhari (3197) dan Muslim(1679) ]
Hadirin sidang jum’at yang di muliakan oleh Allah SWT.
Muharrom
artinya yang diharamkan. Ada 3 bulan lagi yang diharamkan oleh Allah untuk
melakukan perbuatan dosa, karena dosa di 4 bulan tersebut lebih besar
dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain. Malahan dalam surat Al Baqarah ayat 194
yang berbunyi : Assahrul haromu bissahril haromi wal hurumatu qishash. (Bulan
haram dengan bulan haram dan pada sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum
qishosh. Maksudnya adalah jika ada kaun musyrikin yang menyerang umat islam,
maka harus balas menyerang. Jika ada yang melakukan pembunuhan, maka berlaku
hukum qishosh.
Oleh
sebab itu, marilah kita bersama-sama menjaga bulan-bulan haram dari
perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan aturan Allah. Sesudah umat islam
melakukan ibadah haji, maka pada bulan muharam kita dilarang melakukan
perbuatan-perbuatan dosa dan nanti kita lanjutkan dengan bulan kosong (shafar)
yang artinya bulan bepergian untuk melakukan aktifitas di luar rumah yang
jaraknya jauh. Atau pada jaman nabi, bulan shafar adalah bulan dmana mulai
melakukan peperangan terhadap kaum kafirin.
Innalloha
wa malaikatahu yu sholluna ‘alannabiy. Yaa ayyuhalladzina amanu shollu ‘alaihi
wasallima taslima.
Allohummaghfirlil
mu’minina wal mu’minat wal muslimina wal muslimat al ahya iminhum wal amwat
birohmatika ya arhamamarrohimin.
Robbana
dzolamna anfusana wa illam taghfirlana wa tarhamna lanakunanna minal khosirin.
Robbana
la tujig kulubana ba’da id hadaytana wa hablana mil ladunka rohmatan innaka
antal wahhab.
Robbij’alni
mukimasholati wamin dzurriyati robbana wa taqobbal du’a.
Robbanaghfirli
wali walidayya walil mu’minina yauma yakumul hisab.
Robbana
atina fiddunya hasanah wafil ahiroti hasanah wakina azabannar.
Subbhana robbika robbil
ijjati amma ya sipun wassalamun ‘alal mursalin wal hamdulillahirobbil alamin.
Comments
Post a Comment