NAFI'UN LI GHAIRIHI
Kutbah Jumat Pertama Nafi'un Li Ghairihi
إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ،
ونعوذُ بِاللَّهِ مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله
فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.
أَشْهَدُ
أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه
ورَسُولُه.
أما
بعد اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى
مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى
فيا
أيها المسلمون رحمكم الله أصيكم و
نفسى بتقوى الله فقد فاز فوزا عظيما
وَمَا
خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ -٥٦-
Aku tidak menciptakan jin dan manusia
melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku (QS. Adz-Dzariyat
: 56)
Hadirin Sidang Jum’at yang dirahmati
Allah,
Seorang
Muslim, setelah ia membingkai kehidupannya dengan misi ibadah kepada Allah
semata, sebagaimana petunjuk Allah dalam surat Adz Dzariyat ayat 56, maka
orientasi hidupnya adalah memberikan manfaat kepada orang lain, menjadi pribadi
yang bermanfaat bagi sesama, nafi’un li ghairihi.
Kebaikan
seseorang, salah satu indikatornya adalah kemanfaatannya bagi orang lain.
Keterpanggilan nuraninya untuk berkontribusi menyelesaikan problem orang lain.
Rasulullah
SAW bersabda : manusia terbaik adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang
lain.
خير
الناس أنفعهم للناس
Sebaik-baik manusia adalah yang paling
bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al
Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)
Hadirin Sidang Jum’at yang dirahmati
Allah,
Kelihatannya,
memberikan manfaat kepada orang lain, membantu dan menolong sesama itu membuat waktu kita tersita, harta kita berkurang, tenaga dan pikiran kita terporsir.
Namun sesungguhnya, saat kita memberikan manfaat kepada orang lain, pada
hakikatnya kita sedang menanam kebaikan untuk diri kita sendiri. Jika kita
menolong orang lain, Allah akan menolong kita.
Allah
SWT berfirman:
إِنْ
أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا -٧
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu
berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian
kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. (QS. Al Isra : 7)
Rasulullah
SAW bersabda:
مَنْ
كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ
Barangsiapa membantu keperluan
saudaranya, maka Allah membantu keperluannya. (Muttafaq 'alaih)
Jika
kita menolong dan membantu sesama, pertolongan dari Allah bukan sekedar di
dunia, tetapi juga di akhirat. Jika kita memberikan manfaat kepada orang lain,
Allah memudahkan kita bukan hanya dalam urusan dunia, tetapi juga pada hari
kiamat kelak.
Rasulullah
SAW bersabda:
مَنْ
نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ
كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ
اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ
Siapa
yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan2 dunia,
Allah akan menyelesaikan kesulitan2nya di hari kiamat. Dan siapa yang
memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di
dunia dan akhirat (HR. Muslim)
Hadirin Sidang Jum’at yang dirahmati
Allah,
Dengan
apa kita memberikan manfaat kepada orang lain?
Pertama,
Ilmu yang bermanfaat. Yakni ilmu
yang dianugerahkan Allah kepada kita, kita bagikan kepada orang lain. Kita
mengajari orang lain, melatih orang lain, dan memberdayakan mereka.
Kedua,
Harta yang bermanfaat. Kita
manfaatkan harta yang dianugerahkan Allah untuk membantu sesama. Yang wajib
tentu saja adalah dengan zakat ketika harta itu telah mencapai nishab dan
haulnya. Setelah zakat ada infaq dan sedekah yang memiliki ruang lebih luas dan
tak terbatas.
Ketiga,
Waktu dan Tenaga yang bermanfaat.
Yakni ketika kita mendengar keluhan orang lain, membantu mereka melakukan
sesuatu, membantu menyelesaikan urusan mereka, dan sebagainya.
Keempat,
Tutur Kata yang bermanfaat. Yakni
perkataan kita yang baik, yang memotivasi, yang menenangkan dan mengajak kepada
kebaikan.
Kelima,
Sikap yang bermanfaat. Sikap yang
paling mudah adalah keramahan kita kepada sesama, serta senyum kita di hadapan
orang lain. Sederhana, mudah dilakukan, dan itu termasuk memberikan kemanfaatan
kepada orang lain.
Kelima
hal nafi'un li ghairihi itu, jika kita lakukan dengan ikhlas, Allah akan
membalasnya dengan kebaikan dan pahala.
فَمَنْ
يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
Maka barangsiapa yang mengerjakan
kebaikan sebesar dzarrah-pun, ia akan mendapatkan balasannya (QS. Al
Zalzalah:7)
Kutbah Jumat Kedua Nafi'un Li Ghairihi
الْحَمْدُ
لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ
عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
أَشْهَدُ
أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه
ورَسُولُه.
يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا
وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
اللَّهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ،
الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدُّعَاءِ.
عِبَادَالله
اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِذِى الْقُرْبَى
وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمِ يذكركم وَاشْكُرُوهُ عَلىَ نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُاللهِ اَكْبَرُ
Comments
Post a Comment