SEMBAHLAH TUHAN YANG TELAH MENCIPTAKANMU


Khutbah 1

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ،
أما بعد،
فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ
أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ  
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ -٢١-
Wahai manusia! Sembahlah Tuhan-mu yang telah Menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa. (QS. Al Baqarah : 21)

Hadirin sidang Jum’at yang di rahmati Allah SWT.
Marilah kita panjatkan kepada Allah SWT, atas nikmat yang telah diberikan kepada kita sekalian, baik nikmat iman, islam, kesehatan, kesempatan dalam melaksanakan ibadah sholat Jum’at ini. Sholawat beserta salam marilah kita limpah curahkan kepada Nabi kita yakni Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya, tabiin, tabiit tabiin dan kepada umatnya dan mudah-mudahan kita termasuk kedalam golongannya. Amin.
Tidak lupa khotib berwasiat untuk diri khotib dan hadirin sekalian, marilah kita selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, karena hanya dengan itulah kita bisa mendapatkan perhatian dari Allah SWT. Amin

Hadirin sidang Jum’at yang di rahmati Allah SWT.
Allah telah berfirman di dalam surat Al Baqarah ayat 21, yang intinya adalah bahwa kita selaku umat manusia harus menyembah kepada Allah SWT, supaya manusia bisa mencapai tujuannya orang yang bertaqwa. Sedangkan kata taqwa sudah tidak asing lagi bagi kita. Bahwa kata kunci taqwa adalah seimbangnya antara hak dan kewajiban.
Hak manusia untuk hidup, hak manusia untuk mendapatkan rezeki, hak manusia untuk makan, minum, melakukan aktivitasnya dan lain-lain. Tapi Allah juga meminta kepada manusia untuk tidak hanya menuntut hak saja, sedangkan kewajibannya dilupakan, seperti melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Oleh sebab itu sepatutnyalah kita selaku manusia sadar diri bahwa kita selaku manusia yang diciptakan Allah SWT harus menyembah Allah SWT. Dan itu merupakan harga mati yang tidak bisa diganti oleh hal-hal lainnya, jika kita ganti sembahan kita kepada Allah dengan menyembah yang lain, maka firman Allah telah kita langgar/kita telah menomor duakan atau mengesampingkan Allah SWT. Fenomena akhir-akhir ini tentang manusia yang bisa memberikan rezeki yang berlimpah yaitu tentang penggandaan uang, dari satu juta menjadi seratus juta tanpa kita melihat proses usaha/ikhtiar yang masuk akal dan bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga bagi manusia yang sudah percaya tersebut harus bertaubat, karena sudah mengarah kepada pengkhianatan keyakinan kepada Allah SWT. Bahwa Allah sudah dianggap tidak bisa memberikan rezeki yang sesuai dengan qudrat dan iradat-Nya Allah. Allah sudah dianggap tidak bisa memperhatikan makhluknya sampai mendetail sekali. Naudubillah...

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنِّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أقُوْلُ قَوْلِي هَذا وَأسْتَغْفِرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah 2

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ
أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأَرْضَ فِرَاشاً وَالسَّمَاء بِنَاء وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقاً لَّكُمْ فَلاَ تَجْعَلُواْ لِلّهِ أَندَاداً وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ -٢٢-
 (Dia-lah) yang Menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia-lah yang Menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia Hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (QS. Al Baqarah : 22)

Hadirin sidang Jum’at yang di rahmati Allah SWT.
Berdasarkan firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 21, bahwa manusia harus menyembah kepada Tuhan yang menciptakan mereka, artinya bahwa kita harus menyembah Allah SWT yang Maha Pencipta. Siapa Allah itu..? Maka dalam surat lanjutan Al Baqarah ayat 22, Allah menjelaskan bahwa Allah itu ialah yang menjadikan bumi sebagai tempat berpijak dan langit sebagai tempat naungan, dimana Allah adalah yang menurunkan air hujan dari langit, sehingga tumbuhlah tanam-tanaman kemudia berbunga, berbuah dan buahnya bisa dinikmati oleh manusia, apakah untuk dimakan, diperjualbelikan dan lain-lain. Jika Allah sebagai Maha Pencipta dijadikan tandingan dengan sesuatu yang lain selain Allah, maka Allah akan murka dan tunggulah azab dari Allah SWT. Oleh sebab itu marilah kita perkuat akidah kita terhadap Allah SWT, jangan sampai akidah kita terganggu atau tergoyahkan oleh hal-hal berbau syirik.

إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلَّونَ عَلَى الَّنِبْيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Makna Musibah

MANUSIA YANG MENGHALANGI BERIBADAH

NAFI'UN LI GHAIRIHI