Menerapkan Nasihat Lukman
Pertama
Innalhamdalillah nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh. Wa
na’udzubillahiminsyururi anfusina wa min sayyiaati ‘amalina. Mayyahdihillah
fala mudillalah. Wa mayyudlil fala hadiyallah. Wa Asyhadu alla ilaaha illalloh wahdahu
la syarikalah. Wa Asyhadu Anna muhammadan abduhu wa rosuluh. Shollollohu
‘alaihi wa ‘ala alihi wa ashabihi wa man
tabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin wa sallam taslima.
Faya
Ayyuhal Hadirun, usiikum wa nafsih bi takwalloh wa to atihi la allakum turhamun
Qoolalloohu ta’ala fil Qur’anil qarim :
‘audzubillahiminasyaithonirrojim bismillahirrohmanirrohim.
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُواْ مِنْ خَلْفِهِمْ
ذُرِّيَّةً ضِعَافاً خَافُواْ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللّهَ وَلْيَقُولُواْ
قَوْلاً سَدِيداً -٩-
[4:9] Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di
belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan). Oleh sebab
itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan
perkataan yang benar. (QS. An Nisaa (4) : 9)
Marilah kita panjatkan puji
syukur kita kepada Allah …….
Tak lupa khotib berwasiat kepada diri sendiri dan kepada
hadirin sidang jum’at marilah kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita
kepada Allah……
Hadirin sidang jum’at yang
dirahmati Allah SWT
Anak adalah karunia Allah, anak adalah keturunan
kita, anak adalah penerus kita, anak adalah amanat Allah. Untuk itu kita wajib menjaganya, merawatnya, mendidiknya, membesarkannya, membinanya dan lain-lain.
Fenomena Anak sekarang seperti kenakalan remaja,
kebrutalan remaja, pergaulan bebas, geng motor, krisis moral, mudahnya
mengakses dunia hiburan dan lain-lain merupakan masalah bagi kita selaku orang
tua yang sesuai dengan qur’an surat An nisaa ayat 9 sebagai berikut.
Apakah kita menginginkan anak yang kuat atau yang
lemah ....? kembali kepada kita selaku orang tua.
Barokallohu li walakum…
Kedua
Alhamdulillahirobbil Alamin Wassholatu Wassalamu ‘Ala Ashrafil Ambiyai
wal mursalin wa ala alihi wa sohbihi ajmain.
Amma ba’du : Ya Ayyuhalladzina A’manut Taqulloha Haqqo tu qotihi wala
tamutunna illa wa antum muslimun.
Hadirin sidang jum’at yang
dirahmati Allah SWT
Ternyata
salah satu solusi yang diterapkan oleh Lukmanul Hakim adalah dengan menerapkan pendidikan
aqidah, pendidikan ibadah, pendidikan dakwah dan pendidikan akhlak sesuai
dengan firman Allah dalam surat Lukman ayat 13-19.
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا
بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ -١٣-
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ
وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
-١٤- وَإِن جَاهَدَاكَ عَلى أَن تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا
تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفاً وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ
أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ
تَعْمَلُونَ -١٥- يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ
فَتَكُن فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا
اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ -١٦- يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ
وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ
إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ -١٧- وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ
وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحاً إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ
فَخُورٍ -١٨- وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِن صَوْتِكَ إِنَّ أَنكَرَ
الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ -١٩-
[31:13-19] Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi
pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah)
sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang
besar". (13) Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik)
kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah
yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku
dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (14) Dan jika
keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada
pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan
pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang
kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan
kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (15) (Lukman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada
(sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit
atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya).
Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (16) Hai anakku,
dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah
(mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa
kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh
Allah). (17) Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena
sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (18) Dan
sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya
seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (19) (QS. Lukman (31) : 13-19)
Innalloha wa malaikatahu yu sholluna
‘alannabiy. Yaa ayyuhalladzina amanu shollu ‘alaihi wasallima taslima.
Allohummaghfirlil mu’minina wal mu’minat wal
muslimina wal muslimat al ahya iminhum wal amwat birohmatika ya
arhamamarrohimin.
Robbana dzolamna anfusana wa illam
taghfirlana wa tarhamna lanakunanna minal khosirin.
Robbana la tujig kulubana ba’da id hadaytana
wa hablana mil ladunka rohmatan innaka antal wahhab.
Robbij’alni mukimasholati wamin dzurriyati
robbana wa taqobbal du’a.
Robbanaghfirli wali walidayya walil mu’minina
yauma yakumul hisab.
Robbana atina fiddunya hasanah wafil ahiroti
hasanah wakina azabannar.
Subbhana robbika robbil ijjati amma ya sipun wassalamun
‘alal mursalin wal hamdulillahirobbil alamin.
Comments
Post a Comment